Senin, 07 Maret 2016

DREAM MARKET


Mungkin sebagian besar dari penduduk bumi, belum tau tentang DREAM MARKET. Sedangkan sebagian kecil dari mereka sudah mengetahu bahwa DREAM MARKET adalah toko online seperti toko-toko online pada umumnya yang menjual aksesoris wanita seperti jilbab, sepatu, kaos kaki, dan bros (Sementara baru itu). 
Tetapi....
Bagi saya Dream Market bukan hanya toko online biasa. Di dalamnya, ada banyak impian dan perjuangan yang ingin saya wujudkan bersama sahabat saya. Impian untuk menjadi pengusaha sukses. Impian untuk mewujudkan kebanggaan orang tua kami sebagai balas budi kami kepada mereka (meskipun sebenarnya kami tidak akan pernah mampu membalas kebaikan kedua orang tua kami).
Suatu hari, ketika kami sudah menjadi pengusaha sukses, dan Dream Market sudah dikenal oleh banyak orang, saya ingin berbicara di depan keluarga kecil saya di kampus UTM LDK LDF. Saya ingin memberitahu mereka tentang Allah. Meyakini, bahwa Impian sesulit apapun akan sangat mudah diwujudkan jika dibawa berjalan bersama Allah.
Saya membayangkan, suatu hari Dream Market menjadi besar, bukan hanya saya dan sahabat saya yang merasakan kemanfaatannya.
Tetapi juga orang-orang yang ada di sekitar kami.
LDK dan LDF adalah keluarga yang membuat saya mengenal Allah. Keluarga yang pada akhirnya membuat saya mengenal tentang pentingnya menutup aurat, dan bagaimana menjalin persaudaraan dengan orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah sedikitpun dengan saya.
Bersama Dream Market, saya ingin keluarga kecil saya di LDK LDF juga merasakan kemanfaatan dari Dream market. Saya ingin Dream Market bisa ikut berkontribusi mewujudkan Impian LDK LDF di UTM. Ikut serta membantu keuangan ketika mereka butuh untuk mengadakan kegiatan, ikut serta menjadi sponsor ketika mereka butuh sponsor, ikut serta meminjamkan barang untuk bazar ktika mereka tidak memiliki dana untuk membeli barang-barang bazar, ikut serta menyediakan lapangan kerja buat mereka ketika mereka membutuhkan pekerjaan.
Bersama Dream Market, saya dan sahabat saya ingin mewujudkan kemanfaatan untuk banyak orang, terutama untuk orang-orang terdekat kami.
Saya sering mendengar orang-orang mengatakan bahwa setiap impian harus ditulis, agar kita selalu ingat impian kita, karena itu hari ini saya memberanikan diri untuk menulis Impian saya. Saya memberanikan diri untuk memberitahu Impian saya pada orang-orang.
Semoga tidak lama lagi, bersama Dream Market, saya dan sahabat saya bisa sampai pada Impian besar kami.........



Minggu, 28 Februari 2016

Kebaikan yang Bertambah-Tambah



Berkah itu bukanlah masalah sedikit atau banyak. Karena berkah sendiri adalah kebaikan yang bertambah-tambah. Banyak orang yang kaya, gajinya 10 juta, punya mobil, rumahnya besar, tetapi selalu saja merasa kurang dan merasa gajinya tidak cukup. Mengapa bisa begitu?? Karena ternyata rumahnya belum lunas, mobilnya masih kredit, dan istrinya sangat suka belanja di mall tiap pekan.

            Ada juga orang yang sangat kaya raya, dia tidak memiliki hutang, tetapi dia memiliki penyakit yang mengharuskan dia ke rumah sakit setiap 3 hari sekali dengan biaya yang tidak sedikit.  

Tetapi ada orang yang hidupnya biasa saja, tidak memiliki uang terlalu banyak, gajinya hanya 1 juta, kalo ke kantor berjalan kaki, tapi hidupnya selalu saja cukup dan tidak kekurangan. Padahal, gaji yang hanya satu juta tadi, dia buat untuk bayar kontrakan, menghidupi keluarganya, membiayai anaknya sekolah, tetapi dia merasa cukup dan tidak merasa kekurangan. 

Tahukah Anda megapa bisa begitu??

Seperti yang Saya katakan tadi di awal, karena berkah itu bukan masalah sedikit banyak, tetapi cukup. 

            Izinkan Saya untuk mengutip tulisan ustadz Salim A Fillah dalam bukunya yang berjudul Lapis-Lapis Keberkahan. Dalam bukunya, ustadz Salim menceritakan bagaimana Halimatus Sa’diyah  merasa sangat kelaparan, merasa sangat lemah, begitupun dengan kuda yang ditunggainya dalam keadaan sangat lemah. Dalam keadaan yang sangat sulit itu, Halimatus Sa’diyah menawarkan diri untuk menjadi ibu susu bayi laki-laki bernama Muhammad, karena saat itu tidak ada seorangpun yang  bersedia menjadi ibu susu dari bayi laki-laki ini. Halimatus Sa’diyah tetap menawarkan diri untuk menyusui bayi ini, padahal dirinya sendiri sedang kelaparan, padahal air susunya tidak dapat keluar karena tidak ada makanan yang masuk dalam tubuhnya. 

            Dan, ketika bayi Muhammad mulai dirangkul oleh halimatus Sa’diyah dan mulai disusui, secara ajaib air susunya keluar, bahkan banyak. Dan tiba-tiba Halimatus Sa’diyah merasa memiliki energi seolah-olah sudah makan. Kemudian kuda yang ditungganginya seketika menjadi kuat dan dapat mengeluarkan susu. 

            Apa kira-kira yang bisa Anda pelajari dari seorang wanita bernama Halimatus Sa’diyah?? Ya, seorang wanita yang dalam keadaan sulit masih memikirkan keadaan orang lain. Inilah salah satu cara yang dapat mendatangkan keberkahan. Keadaan kekurangan, dalam seketika Allah rubah menjadi sangat cukup. Ya, ini karena keberkahan. Karena kebaikan yang bertambah-tambah.

            Mungkin Anda berpikir apakah semua orang yang kaya atau memiliki banyak uang, hidupnya tidak berkah?? 

            Tentu tidak seperti itu. Kita bisa belajar dari Abdurrahman bin Auf. Seorang sahabat Rasulullah yang sangat kaya raya, tetapi kemudian meninggalkan kekayaan nya agar bisa hijrah bersama Rasulullah ke madinah. 

Apakah kemudian Abdurrahman bin Auf menjadi miskin?? Tidak,.. Dalam beberapa bulan saja di Madinah, beliau menjadi kaya kembali dan menghadap Rasulullah sambil membawa seorang istri. 

Gak kebayang kan, di tempat yang asing, di tempat yang baru, dan dengan orang-orang yang baru, Abdurrahman bin Auf  bisa menjadi pengusaha sukses dalam hitungan bulan. Kekayaannya kembali hanya dalam hitungan bulan.

Dari beliau Saya dan Anda bisa belajar bahwa tidak semua orang kaya  kehidupannya tidak berkah. Orang kaya maupun orang miskin, orang yang memiliki sedikit ataupun banyak uang, sama-sama bisa memperoleh keberkahan itu.

Tentunya keberkahan itu akan menghampiri Saya dan Anda, jika kita berjalan dalam aturan Allah.

Maka Nikmat Tuhan-Mu yang Manakah yang Kau Dustakan???



Sore itu dalam perjalanan mengirim barang jualan online bersama sahabat Saya, terlihat seorang laki-laki berjalan di trotoar saat kami berhenti di lampu merah. Entah apa yang membuat Saya ingin memperhatikan laki-laki itu. Laki-laki yang usianya kira-kira 40 an itu, mengenakan sarung pada bagian lehernya. Laki-laki itu berjalan sambil mengusap wajahnya. Awalnya Saya pikir, laki-laki ini adalah orang gila. Tapi kemudian Saya pikir lagi, mungkin laki-laki ini tukang bangunan dan baru pulang kerja. Karena tidak terlihat tanda-tanda kumuh pada wajah maupun pakaian nya. 

Pandangan Saya masih belum berpaling. Laki-laki ini tiba-tiba berhenti sambil melihat ke arah rerumputan yang tumbuh di pinggir trotoar. Ada yang dia ambil dari rerumputan itu. Sebuah botol teh pucuk yang masih ada isinya. Saya berpikir lagi, mungkin botol itu akan dibawa pulang untuk dikumpulkan dan dijual, seperti yang dilakukan orang-orang pada umumnya. Tetapi, Saya salah. Laki-laki ini membuka botol itu dan meminumnya hingga habis, Kemudian membuang botol itu.

 Masih terngiang di pikiran Saya bagaimana dia meminumnya. Dia meminumnya seperti orang yang sangat kehausan.

Apa yang Anda rasakan jika Anda menjadi Saya?? Atau apa yang Anda rasakan ketika melihat pemAndangan seperti itu??

Benar...Yang langsung terpikir oleh Saya adalah “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan”?? Seperti surat cinta Nya dalam Qs Ar Rahman. Allah mengulangnya berkali-kali.

Makanan dan minuman mungkin menjadi sesuatu yang sangat biasa untuk Saya dan Anda yang bisa dengan mudah mendapatkan dan menikmatinya..

Tetapi...

Taukah Anda, bahwa diluar sana banyak orang yang harus dengan susah payah memperoleh minuman dan makanan.

Bahkan seorang adek pernah bercerita pada Saya, bahwa dia dan keluarganya pernah makan 1 bungkus nasi untuk keluarga yang jumlah nya lebih dari 5 orang. Itupun setelah seharian tidak makan, dan baru malam hari bapak nya datang dengan membawa sebungkus nasi untuk keluarganya.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan”?? Kalimat ini mestinya menjadi pengingat buat Saya dan Anda yang sering kali melupakan bahkan mungkin mengingkari nikmat-nikmatNya.

Dan menurut Saya, salah satu cara mensyukuri nikmat makanan dan minuman adalah tidak membuang-buang makanan minuman dan tidak pula mencelanya apabila tidak enak atau tidak suka..

Bagaimana menurut Anda???

Minggu, 21 Februari 2016

Hubungi Kami

Untuk pemesanan produk Dream Market Anda dapat menghubungi Kami Melalui:

WA/ SMS  : 0857 3249 9831
BBM : 55010594
Facebook : Fitriyah Dwindah (Dream Market)
Instagram : @dreammarketku
Twitter   : @dreammarketku

Testimoni dan Gambar

Alhamdulillah, sudah bisa nyampek Negeri Singa :)
 
Testi Jilbab dan sepatu dari Pasuruan

 Testi dari Malang, buat Surpise kado untuk Ibu ^_^, so sweet sekalii

 Jilbab udah nyampek ke Ujung Sumenep, Pulau Madura :)